Dismenore

Siapa disini yang kalo lagi haid suka nyeri perut? Cung!

Jadi, nyeri perut saat haid namanya dismenore nih temen-temen. Dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim yang terjadi selama haid. Dismenore terbagi menjadi dismenore primer dan sekunder.

Dismenore primer merupakan nyeri haid yang ‘tidak’ didasari kondisi patologis. Dismenore primer biasanya terjadi dengan ‘durasi’ nyeri umumnya 8 sampai 72 jam. Dismenore primer berkaitan dengan kontraksi otot uterus (miometrium) dan sekresi prostaglandin. Biasanya dismenore primer tidak berbahaya dan tidak menyebabkan komplikasi, meski memang keluhan ini bisa mengganggu aktivitas seperti belajar, bekerja, dan hubungan sosial.

Sedangkan dismenore sekunder adalah nyeri atau kram perut yang terjadi akibat masalah kesehatan tertentu yang mendasarinya. Disebabkan adanya masalah patologis di rongga panggul.

Bentuk dismenore yang banyak dialami oleh remaja adalah kekakuan atau kejang di bagian bawah perut. Rasanya sangat tidak nyaman sehingga menyebabkan mudah marah, gampang tersinggung, mual, muntah, kenaikan berat badan, perut kembung, punggung terasa nyeri, sakit kepala, timbul jerawat, tegang, lesu, dan depresi. Gejala ini datang sehari sebelum haid dan berlangsung 2 hari sampai berakhirnya masa haid.

Dismenore sering diklasifikasikan sebagai ringan, sedang, atau berat berdasarkan intensitas relatif nyeri.

Faktor risiko dismenore primer antara lain:
1) Menarke (haid pertama kali) usia dini
2) Riwayat keluarga dengan keluhan dismenore
3) Indeks Masa Tubuh (IMT) yang tidak normal
4) Kebiasaan memakan makanan cepat saji
5) Durasi perdarahan saat haid
6) Terpapar asap rokok
7) Konsumsi kopi
8) Alexythimia

Penanganan dismenore dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan terapi farmakologis (obat-obatan) dan terapi non-farmakologis.

Beberapa pencegahan dan penanganan dismenore, yaitu dengan:
1. Menghindari makanan yang mengandung kafein dan garam
2. Menghindari tembakau dan alkohol
3. Melakukan pijat pada punggung bagian bawah dan perut
4. Mengonsumsi suplemen makanan
5. Mengelola stres
6. Akupunktur atau akupresur
7. Rutin berolahraga
8. Pemberian kompres air hangat selama 15-20 menit

SUMBER

https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/mayority/article/view/1040

https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/545/dismenore-nyeri-haid

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai